pariwisata kabupaten tulungagung

Warga Luruk Kades Protes Banjir

  Dibaca : 130 kali
Warga Luruk Kades Protes Banjir
Balon HUT RSUID Dr Iskak Tulungagung yang ke Satu Abad Oleh Direktur RSUD Dr Iskak, Dr Supriyanto
space ads post kiri

* Sungai Patusan Dikeruk Lagi

Sejumlah warga di Desa Bendilwungu Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung, menuding pengurukan sungai di RT 1 RW 4, yang dilakukan beberapa bulan sebelumnya, sebagai penyebab banjir di kawasan itu. Akibatnya air masuk ke 6 rumah warga.

Rori (55) mengatakan pengurukan sungai patusan itu, telah menyebabkan warga menderita. Karena akibat pengurukan patusan telah menyebabkan banjir.

KERUK: Alat keruk nampak melakukan penggalian sungai patusan. (ang)

KERUK: Alat keruk nampak melakukan penggalian sungai patusan.(ang)

“Sungai ini ada sejak saya belum lahir dan berguna untuk patusan (pembuangan) air saat hujan. Lha kok malah ditutup. Air mau mengalir kemana? Lihat baru hujan pertama saja sudah banjir,” katanya.

Menurut Rori, sebagai warga Bendilwungu dirinya mendukung adanya pembangunan selokan permanen yang akan dibangun tahun 2016 dengan Dana Desa sesuai RPJM. Namun pembangunan tersebut harus memikirkan masyarakat. Jangan justru mengorbankan masyarakat demi kepentingan sekelompok kecil masyarakat yang lain.

“Kami minta bagaimana caranya, lingkungan kami itu tidak banjir lagi. Dulu daerah kami memang ada banjir. Tetapi jarang, namun setelah ditimbunnya patusan itu, banjir meluap dan masuk dapur,” kata Suko tokoh warga sekitar.

Akhirnya warga meluruk Kepala Desa Bendilwungu M Sholeh. Di depan kepala desa, warga ngotot minta patusan dikeruk dengan alat berat.

KERUK: Alat keruk nampak melakukan penggalian sungai patusan. (ang)

KERUK: Alat keruk nampak melakukan penggalian sungai patusan. (ang)

“Dulu nutupnya tidak musyawarah. Besok harus dikeruk dengan backhoe agar banjir teratasi juga air mengalir seperti dulu,” pinta Ropingi salah satu anggota Badan Permusyawaratan Desa di depan Kades.
Dialog sempat memanas dan warga tetap mendesak segera dikeruk. Kepala Desa Bendilwungu tampak melakukan telpon ke beberapa pemilik alat berat untuk memenuhi tuntutan warga.

“Besok pagi, alat berat dipastikan datang dan akan kembali membuka patusan,” ungkap kepala desa di depan warga. Sontak warga senang mendengar jawaban kades dan membubarkan diri, Selasa (2/2) pukul 21.30.
Keesokan harinya, Rabu (3/2), alat berat yang dijanjikan datang. Tampak beberapa dam truck mengangkut tanah yang dikeruk dari area sungai patusan yang telah ditutup untuk diberikan pada warga sekitar sebagai tanah uruk. Warga berkumpul menyaksikan penggalian patusan yang diuruk dari dana pendapatan asli desa (PAD) hasil lelang tanah kas desa senilai Rp 20 juta yang dilakukan beberapa bulan lalu.(ang)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional