pariwisata kabupaten tulungagung

Tanah Wakaf Digugat, Camat Gagal Mediasi

  Dibaca : 574 kali
Tanah Wakaf Digugat, Camat Gagal Mediasi
Balon HUT RSUID Dr Iskak Tulungagung yang ke Satu Abad Oleh Direktur RSUD Dr Iskak, Dr Supriyanto
space ads post kiri

* Sengketa Sudah Terjadi 11 Kali

Sebidang tanah wakaf di Desa Babadan, Kecamatan Karangrejo, menjadi sengketa. Penyebabnya, tidak ada titik temu antara pemilik awal tanah dengan takmir masjid terkait batas-batas tanah.

Upaya mediasi yang dilakukan Camat Karangrejo Ali Murtadi pada Selasa (9/02), gagal menghasilkan kata sepakat. Warga menolak usulan dari camat, untuk dilakukan pengukuran ulang. Ali Murtadi mengaku angkat tangan, karena warga menolak pengukuran ulang.

“Kami hanya ingin menyelesaikan permasalahan ini, tapi karena warga menolak ya apa boleh buat, kami tidak bisa memaksa. Padahal kami sudah mendatangkan pihak pertanahan,” jelas Ali Murtadi yang sebelumnya menjabat kepala Perpustakaan dan Arsip Dareah Tulungagung itu.

Sementara itu, Sumari selaku takmir masjid wakaf mengaku, menolak pengukuran ulang. Itu karena sebelumnya, Sukrisno selaku pemilik tanah sebelumnya, sudah membuat surat pernyataan bahwa tidak akan mempermasalahkan tanah tersebut.

“Itu sudah diputuskan di desa. Semuanya sudah tanda tangan. Baik ahli waris, pemilik tanah, disaksikan warga dan Muspika pada 2 Desember 2015 lalu. Tanah wakaf ini sudah habis. Tidak ada sisa,” ungkap Sumari.

Lanjutnya, berhubung batas tanah wakaf adalah sungai, maka yang berhak menanyakan sebenarnya adalah Dinas Pengairan setempat.

“Silahkan kalau mereka menggugat, kami hanya berpegangan pada bukti yang ada, kami tidak takut,” jelasnya berapi-api.

Page 1 of 212
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional