pariwisata kabupaten tulungagung

Tebu Mahal, Omset Penjual Es Tebu Turun

  Dibaca : 596 kali
Tebu Mahal, Omset Penjual Es Tebu Turun
Balon HUT RSUID Dr Iskak Tulungagung yang ke Satu Abad Oleh Direktur RSUD Dr Iskak, Dr Supriyanto
space ads post kiri

Harga tebu hijau yang menjadi bahan utama es tebu, naik. Jika semula harga tebu hijau Rp 110 ribu per kuintal, saat ini menjadi Rp 120 ribu. Dampaknya, pendapatan penjual es menurun.

Tutik Penjual Tebu Di Perbatasan Trenggalek-Tulungagung  (Jalan Raya Gondang)

Tutik Penjual Tebu Di Perbatasan Trenggalek-Tulungagung
(Jalan Raya Gondang)

“Sekarang tebunya mahal, nyarinya susah. Mungkin banyak yang mati kena hujan,” curhat Thutik, penjual es tebu di Jalan Raya Gondang-Tulungagung, Senin (22/02).

Ia menjelaskan, harga es tebu per porsi Rp 2.500 tidak mengalami kenaikan. Karena itu, saat harga tebu naik dipastikan keuntungan juga menurun. Ia tidak mungkin menaikkan harga es tebu karena saingan banyak.

Untuk membuat es tebu, dirinya menggiling sendiri batang tebu menggunakan mesin. Ia juga banyak menghabiskan solar untuk menjalankan mesin itu. Sehingga, dari keuntungan semula, saat ini turun sampai 30 persen.

“Saya kulakan tebunya dari Tulungagung. Terkadang juga Kediri. Belinya satu kuintal untuk kebutuhan seminggu,” tambah Thutik.

“Musim hujan juga membuat penjualan turun. Biasanya panas-panas banyak orang pingin minum es, sekarang ya nggak lagi. Wong sudah hujan, jadinya sedikit yang terjual,” tandas perempuan yang juga berjualan makanan ringan ini. (Val)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional