pariwisata kabupaten tulungagung

BPKAD : Tenaga Honorer Dilarang Menerima Gaji

  Dibaca : 607 kali
BPKAD : Tenaga Honorer Dilarang Menerima Gaji
space ads post kiri

* Suharno : Sukwan di Dinas Pendidikan capai 6000 Orang

Keberadaan ribuan tenaga honorer atau sukarelawan di Kabupaten Tulungagung memang dilematis. Di satu sisi peran mereka dalam pemerintahan kabupaten sangat signifikan. Apalagi dengan dikeluarkannya moratorium penerimaan PNS sampai batas waktu yang ditentukan.

Apalagi ditambah dengan gagalnya honorer K2 diangkat jadi PNS, tentu saja nasib sukarelawan menjadi tak jelas. Padahal jasa sukarelawan cukup besar dalam keberlangsungan pendidikan.

Fakta dilapangan, tenaga honorer terbesar di kabupaten Tulungagung berasal dari dinas pendidikan. Seperti dikatakan oleh kepala dinas pendidikan Suharno saat di temui Memo X mengakui hal tersebut.

“Sukarelawan di dinas pendidikan cukup besar, jumlahnya mencapai sekitar 6000 sukarelawan,” ungkap Suharno.

Sementara itu, Sekretaris Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Chidmadyantoro memberikan warning, bahwa sukarelawan ataupun honorer dilarang menerima gaji. “Hanya PNS atau tenaga kontrak yang bisa menerima gaji, baik itu APBN maupun APBD,” ungkapnya.

Lebih lanjut, mantan Sekretaris Dinkes menambahkan jika sumber honor sukarelawan ataupun honorer Berasal dari dana kegiatan dan jumlahnya tidak bisa dipastikan.

“Sumber honor sukarelawan berasal dari kegiatan sekolah seperti ekstra kurikuler, dan itupun jumlahnya tidak bisa ditentukan secara rutin,” pungkasnya.

Salah satu sukarelawan yang berhasil ditemui, Pungky pengajar sukarelawan di salah satu SD mengaku resah dengan ketidak pastian status dan honor yang dia terima.

“Terus terang saja kami resah, karena status kami belum jelas dan honor yang kami terima juga tak tentu, tergantung kegiatan sekolah,” ungkap Pungky. Pihaknya berharap, agar status dan honornya menjadi jelas agar pendidikan juga semakin maju. (zul)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional