pariwisata kabupaten tulungagung

Tentara Gadungan Ditangkap Intel 0807

  Dibaca : 432 kali
Tentara Gadungan  Ditangkap Intel 0807
TENGAH: Tentara gadungan. (zul)
space ads post kiri

Warga Desa Mangunsari dihebohkan dengan penangkapan salah satu warganya yang kontrak di desa tersebut, Teguh Cahyono warga Desa Mangunsari Rt 1/Rw 1 ditangkap oleh Intel Kodim 0807 di rumahnya 29 Februari 2016 pukul 16.00.

”Penangkapan terlapor dilakukan di rumahnya jam 4 sore oleh tim gabungan dari Intel Kodim 0807 dan Intel Korem,” ungkap Dandim 0807 Letkol Arm Brantas Suharyo melalui Pasi Intel Kodim 0807 Siswanto. Penangkapan terlapor dipimpin Letda Khoirrudin selaku Dan Unit Intel Kodim 0807 Tulungagung.

Terlapor diketahui bernama Teguh Cahyono Putro (47), dia kontrak di Desa Mangunsari sejak 2014 bersama istri dan kedua anaknya. Warga sekitar mengenal pelaku sebagai anggota tentara aktif, karena sering keluar memakai seragam loreng lengkap dengan atribut.

“Pelaku oleh warga sekitar dikenal sebagai anggota TNI aktif. Karena pelaku selalu keluar menggunakan seragam militer lengkap dengan atributnya,” ungkap Siswanto.

Saat penangkapan, pelaku sempat kabur dengan alasan sholat dan bersembunyi di rumah tetangganya. Namun pelaku berhasil ditangkap dan selanjutnya dibawa ke Markas Kodim 0807 Tulungagung. Belakangan diketahui sebagai pecatan TNI karena desersi sejak 2004 dengan pangkat terakhir Praka (Prajurit Kepala).

Saat digeledah, diketahui pelaku juga diduga melakukan tindak pidana penipuan dengan mengaku sebagai panitia penerimaan calon bintara dan calon tamtama, hal ini diketahui setelah petugas melakukan penggeledahan di rumah pelaku.

Anggota Kodim 0807 menemukan beberapa benda yang diduga digunakan untuk melakukan penipuan. Ditemukan pula pangkat palsu sebagai mayor dan juga kapten. Untuk memperkuat aksinya pelaku juga mempunyai sekitar 50 stempel palsu dari berbagai instansi militer.

“Saat rumah pelaku digeledah, kami temukan tanda pangkat mayor dan juga kapten milik pelaku. Selain itu, kami juga temukan sekitar 50 stempel palsu dari instansi militer yang diduga digunakan pelaku untuk melakukan aksi kejahatan,” imbuh Siswanto.

Selain itu, juga ditemukan berbagai dokumen untuk melamar sebagai anggota TNI yang dilakukan dengan membayar sejumlah uang maka peserta dipastikan lolos tes.

Rata- rata korban dimintai imbalan untuk memuluskan jalan sebagai anggota TNI sebesar Rp 70 juta hingga Rp 80 juta. Pengakuan pelaku, sudah ada 4 korban yang berasal dari Tulungagung.

“Pelaku mengaku sudah ada 4 warga Tulungagung yang sudah setor kepadanya dengan nominal per orang Rp 70-Rp 80 juta. Namun kami ragu, karena kami menemukan sekitar 11 dokumen pendaftaran dari rumah pelaku,” ungkap Siswanto.

Untuk proses lebih lanjut, setelah pemeriksaan dari Kodim pelaku di bawa ke Polres Tulungagung untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.(zul)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional