pariwisata kabupaten tulungagung

Pemutusan Mata Rantai Penularan DBD

  Dibaca : 443 kali
Pemutusan Mata Rantai Penularan DBD
Balon HUT RSUID Dr Iskak Tulungagung yang ke Satu Abad Oleh Direktur RSUD Dr Iskak, Dr Supriyanto
space ads post kiri

* Dinkes Respon Cepat Kematian Siswa SD Akibat DB

Dinas Kesehatan merespon cepat kematian siswa SD yang bernama Raka (7) akibat terkena Demam Berdarah, Rabu (14/01).

PSN : Fogging sawadaya masyarakat

PSN : Fogging sawadaya masyarakat


Dinas Kesehatan melakukan pengasapan (fogging) di rumah korban tewas penderita Demam Berdarah Dengue (DBD), Dusun Tawang Desa Pagersari Kecamatan Kalidawir.

Fudar Kusno Kepala Desa Pagersari, mengatakan, pengasapan dilakukan dengan jarak 200 meter dari rumah korban. Tujuannya untuk memutus mata rantai penularan DBD. Sebab di sekitar rumah korban, juga ada beberapa warga yang terindikasi terkena DBD. Selain itu belasan warga lain juga terindikasi terserang Chikungunya yaitu terjadi di dusun Tondo yang masih wilayah desa Pagersari.

“Itu seminggu lalu sudah kami fogging, bahkan bersifat swadaya karena desa ini langganan terkena wabah setiap tahun,” imbuh Kades.

Salah satu penderita lain yang baru pulang dari klinik adalah Yuni Irawati (30) RT 2 RW 2 Dusun Tawang. Yuni di rawat di klinik sekitar 6 hari dan baru di perbolehkan pulang, Selasa (13/01) kemarin.

“Dinyatakan kena DB, tapi belum telat dan nyawanya tertolong. Alhamdulillah,” ungkap Romadlon (62), ayah Yuni di tengah-tengah fogging di lakukan.

Gejala yang di alami Yuni, menurut Romadlon bermula dari panas tinggi dan muntah-muntah tiada henti kemudian mengeluh seluruh tubuhnya terasa ngilu.

Kepala Puskesmas Tunggangri, Dr Doni Wahyu BS dilokasi mengungkapkan, wabah DB dan Chikungunya yang terjadi di desa Pagersari sebenarnya sudah cukup mendapatkan perhatian. Sebelum pengasapan pencegahan berupa Pembasmian Sarang Nyamuk (PSN) sudah di sosialisasikan dan warga merespon dengan baik. “Yang kita lakukan sebetulnya lebih efektif lagi berupaa PSN, namun ternyata masih ada yang terkena DB maka kita lakukan fogging di daerah Pagersari,” ungkap Doni Wahyu.

Doni berharap, warga lebih giat lagi melakukan pencegahan dengan PSN agar wabah DBD dan Chikungunya tidak meluas.(Ang/adv)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional