pariwisata kabupaten tulungagung

ODHA Tulungagung Lolos Bekerja di China

  Dibaca : 514 kali
ODHA Tulungagung Lolos Bekerja di China
space ads post kiri

* Diusir oleh Majikan Karena Ketahuan Minum Obat HIV/AIDS

Lemahnya pengawasan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung terhadap penderita HIV/AIDS menuai masalah di negeri seberang.

Hal ini dialami oleh UM warga Desa Gamping Kec. Campurdarat Kabupaten Tulungagung yang lolos jadi TKW di negeri China walaupun dirinya mengidap HIV/AIDS.

Hal ini diketahui ketika UM diusir oleh majikannya karena curiga dirinya selalu meminum obat, singkat kata UM diusir oleh majikannya karena takut tertular dan nasibnya sekarang terlantar.

Hal ini seperti disampaikan oleh Purwanto, suami dari UM yang kebingungan dengan nasib istrinya di negeri China.

“Istri saya sejak Senin (7/2) diusir oleh majikannya karena ketahuan selalu minum obat HIV/AIDS,” ujar pria tinggi besar tersebut ketika di temui di rumahnya.

Purwanto juga mengatakan, sejak diusir hingga sekarang UM tinggal di hotel setempat dan bingung untuk pulang ke Indonesia, karena keberangkatannya ke China tanpa dilengkapi dokumen resmi.

“Istri saya sejak diusir dari majikannya tinggal di hotel, ingin pulang terkendala biaya dan dokumen,” ungkap Purwanto.

Purwanto juga mengatakan, keberangkatan istrinya ke China tanpa melalui jalur resmi dan diberangkatkan oleh seseorang dari Kabupaten Blitar yang Purwanto sendiri tidak tahu identitasnya.

Ia mengetahui jika istrinya mengidap HIV/AIDS sebelum berangkat kerja di China, sehingga setiap bulan dirinya selalu mengirim obat tersebut dengan menitipkannya kepada seseorang yang mengaku agen TKI tak resmi dari Kabupaten Blitar yang setiap bulan selalu memberangkatkan TKI secara ilegal ke China dengan VISA kunjungan wisata.

“Setiap bulan saya selalu mengirim obat yang saya ambil dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung dan saya titipkan sama agen yang tiap bulan memberangkatkan TKI ke China,” ungkapnya.

Purwanto sendiri mengaku, selama istrinya mengidap HIV/AIDS ketika dirumah, petugas kesehatan tidak rutin berkunjung ke rumahnya guna memeriksa istrinya.

Purwanto berharap agar istrinya bisa pulang dan diobati di kampung halaman. Sampai berita ini ditulis, dinas terkait masih belum bisa dihubungi. (zul)

Tags
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional