pariwisata kabupaten tulungagung

Harga Anjlok, Petani Jagung Mengeluh

  Dibaca : 158 kali
Harga Anjlok, Petani Jagung Mengeluh
space ads post kiri

* Berharap Pemerintah segera menstabilkan Harga

Petani jagung dikawasan Kecamatan Tangunggunung Kabupaten Tulungagung saat ini mengeluh. Pasalnya, pengepul hanya memberikan harga beli sebesar Rp3.100 saja.

Menurut petani, kondisi ini hanya untung tipis karena sebelumnya pada proses pemupukan telah menghabiskan biaya cukup banyak.

Menurut salah satu anggota kelompok Tani Desa Ngepoh, Mulyadi (47) mengaku, jika proses panen diladangnya telah berlangsung diatas lahan seluas 1 hektar, hasilnya panen diperkirakan mencapai 30 kwintal.

“Tahun ini memang hasil panen agak berkurang akan tetapi terhitung masih banyak, namun kabar buruk yang saya terima sejak seminggu yang lalu, harga jual jagung kering pipil tidak sampai 4000 Rupiah,” katanya.

Mulyadi menambahkan, kondisi petani jagung saat ini bisa dianggap seperti makan buah simalakama, artinya hasil panen yang cukup banyak bingung mau di jadikan apa jika menjualnya tidak mengikuti harga pasar.

“Ini sangat memberatkan kami tapi mau tidak mau tetap panen juga dan di jual kering,” tambah Mulyadi.

Sementara itu harapan petani hanya kepada pemerintah, untuk menstabilkan harga jual jagung misalnya Rp5000, sehingga dapat mengimbangi pengeluaran proses awal biaya beli pupuk dan bibit hingga biaya massa panen.

“Kami tidak bisa berbuat apa apa kecuali pemerintah dapat mengabulkan untuk harga yang ideal, dan sementara ini hanya bisa pasrah dan menunggu kepastian kedepannya, jika semakin turun maka petani jauh dari sejahtera,” keluh Mulyadi. (zul)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional