pariwisata kabupaten tulungagung

Polisi Jaring 1.276 Pelanggar

  Dibaca : 577 kali
Polisi Jaring 1.276 Pelanggar
AKP Fahrian S. Siregar, SIK, Kasat Lantas Polres Tulungagung saat acara bagi-bagi helm di depan SDN Jepun
space ads post kiri

# Selama Operasi Simpatik Semeru 2016

Operasi Simpatik Semeru 2016 telah berakhir sejak dua hari lalu. Selama 21 hari digelar operasi, pelanggaran mencapai 1.276 pelanggaran. Rinciannya, 229 diberikan teguran, sedangkan 1.047 pelanggar terpaksa dikasih surat tilang.

Untuk lebih detailnya, sebanyak 725 pengendara roda dua yang diberi surat tilang, sedang untuk roda empat atau lebih sebanyak 321 surat tilang yang dikeluarkan. Di samping itu, untuk roda dua yang diberi teguran sebanyak 162, sedangkan 67 untuk teguran bagi roda empat atau lebih.

Digelarnya Operasi Simpatik Semeru 2016 dalam upaya kepolisian menekan jumlah pelanggaran maupun laka lantas.

“Dalam operasi kali ini, kami lebih mengutamakan teguran. Sedang untuk penindakan, kami lebih terfokus ke pelanggaran potensi menimbulkan kecelakaan. Itu seperti pelanggaran yang membuat kemacetan serta pelanggaran yang bersifat vitalitas yang berpotensi menimbulkan banyak korban. Contohnya menaikkan orang di mobil pick-up, maupun pengendara yang tidak memakai helm,” terang Kanit Turjawali Polres Tulungagung Ipda Suryono.

Kota Tulungagung merupakan salah satu kota wisata yang banyak dikunjungi masyarakat luar. Lanjut Ipda Suryono, tentunya kesigapan anggota lantas di lapangan dalam memberikan pelayanan harus tetap dijaga. Dengan tidak meninggalkan ketegasan apabila terjadi pelanggaran.

Meski Operasi Simpatik Semeru 2016 telah usai namun bukan berarti operasi penindakan akan berakhir. Razia tetap ada, terutama pelanggaran kasat mata, seperti tidak mengenakan helm dan sabuk pengaman.

“Seperti yang menjadi atensi Kasat Lantas Polres Tulungagung AKP Fahrian, seluruh anggota polantas di Polres Tulungagung wajib meningkatkan pelayanan bagi masyarakat. Tidak mempersulit apalagi mencari cari kesalahan masyarakat,” ujar Ipda Suryono.

Selain itu, polantas juga tetap mengutamakan 3 S (Senyum, Sapa dan Salam) ketika menjumpai masyarakat yang melakukan pelanggaran.

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional