pariwisata kabupaten tulungagung

Satlantas Polres Tulungagung Razia Bentor

  Dibaca : 162 kali
Satlantas Polres Tulungagung Razia Bentor
Balon HUT RSUID Dr Iskak Tulungagung yang ke Satu Abad Oleh Direktur RSUD Dr Iskak, Dr Supriyanto
space ads post kiri

* Dianggap Beresiko Memicu Terjadinya Laka

Satuan Lalu Lintas Polres Tulungagung melarang keras pengoperasian kendaraan angkutan jenis becak motor (bentor), karena dinilai dirakit secara serampangan dan tidak memiliki standar kelayakan kendaraan umum.

Mbandel : Berulangkali di razia tetap muncul lagi

Mbandel : Berulangkali di razia tetap muncul lagi

“Pengoperasian Bentor sebagai sarana transportasi umum sudah cukup jelas menyalahi aturan,” kata Kanit Turjawali Polres Tulungagung, Ipda Suryono, Jumat (15/1).

Suryono menjelaskan, bentor merupakan kendaraan yang tidak laik jalan. Kendaraan roda tiga yang dimodifikasi secara asal-asalan menyerupai becak bermesin oleh pemiliknya itu bahkan tidak memiliki uji kelulusan untuk angkutan massal.

Dalam penggunaan, lanjut dia, bentor dianggap berisiko memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas, karena beberapa jenis bentor tidak memiliki akurasi pengereman yang cepat.

“Resiko bisa terjadi baik bagi pengendaranya maupun pengguna jalan lain. Terlebih bentor juga digunakan mengangkut penumpang hal bini sangatlah berbahaya,” ujarnya.

Suryono menyatakan, meskipun penggunaan bentor di wilayah hukum Polres Tulungagung masih sedikit, razia akan tetap dilakukan dengan tujuan meminimalisir pengoperasian bentor agar tidak semakin menjamur.

Selain itu, kata dia, penindakan dimaksudkan sebagai langkah pencegahan agar bentor dari kota tidak masuk ke wilayah Tulungagung.

“Kami lakukan penertiban sebelum menjamurnya bentor di Tulungagung. Serta memutus adanya jaringan penjualan bentor dari kota lain ke Tulungagung,” ujarnya.

Suryono menambahkan, para pengguna bentor yang sudah melakukan sidang tilang di pengadilan serta ingin mengambil bentor miliknya harus melewati beberapa prosedur yang meliputi, bentor harus dilepas dari rakitan serta membuat surat pernyataantidak akan mengulang kembali maupun memasang rakitan bentor tersebut.

“Jika diketemukan adanya pelanggar yang mengulang perbuatan, petugas tidak segan–segan akan melakukan pemusnahan terhadap bentor tersebut,” tegasnya.

Sejak awal januari 2015, sedikitnya tujuh unit becak motor disita jajaran Satlantas Polres Tulungagung. Penyitaan ini bukanlah yang pertama kali, melainkan sudah beberapa kali dilakukan. (ang)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional