pariwisata kabupaten tulungagung

Waspada! Demam Berdarah Menyerang Tulungagung

  Dibaca : 396 kali
Waspada! Demam Berdarah Menyerang Tulungagung
Balon HUT RSUID Dr Iskak Tulungagung yang ke Satu Abad Oleh Direktur RSUD Dr Iskak, Dr Supriyanto
space ads post kiri

* 75 Desa Dari Total 271 Desa/Kelurahan Sebagai Kawasan Endemik

Sebanyak 75 dari total 271 desa/kelurahan se-Kabupaten Tulungagung, diidentifikasi sebagai kawasan endemik demam berdarah. Ini mengacu selalu ditemukannya kasus DB di daerah yang sama selama tiga tahun berturut-turut.

Waspada : Didik Eka, Kasi Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Tulungagung

Waspada : Didik Eka, Kasi Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Tulungagung

“Satu lingkungan dinyatakan sebagai kawasan endemik (wabah penyakit tertentu) jika dalam kurun tiga tahun berturut ditemukan kasus serupa. Data kasus DB ini yang selalu kami temukan di 75 desa di Tulungagung sejak 2013-2015,” kata Kasi Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Tulungagung Didik Eka di Tulungagung, Senin (18/01).

Ia tidak merinci satu per satu desa mana saja yang menjadi langganan wabah DB. Didik hanya mengisyaratkan kawasan endemik DB tersebar di semua kecamatan di Tulungagung yang berjumlah 19 wilayah administratif.

Wabah DB terutama menonjol di area pemukiman yang banyak terdapat genangan air, seperti Tulungagung, Gondang, Kalidawir, Bandung, Campurdarat, Ngunut, Rejotangan, Ngantru serta Karangrejo.

Mengantisipasi ledakan kasus DB sebagaimana tahun lalu, Didik mengisyaratkan dinkes aktif mengampanyekan gerakan PSN atau pemberantasan sarang nyamuk.

Kampanye itu dilakukan jauh hari sebelum musim hujan tiba. Masalahnya, kata Didik, membangun kesadaran yang bersifat preventif atau pencegahan memanglah tidak mudah.

“Sosialisasi terus kami lakukan. Selain PSN, saat ini dinkes bersama jajaran puskesmas juga aktif melakukan tindakan pengasapan untuk memberantas nyamuk aedes aegypti, nyamuk pembawa virus demam berdarah,” ujarnya.

Selain 75 desa yang diidentifikasi sebagai kawasan endemik DB, dinkes sebenarnya juga mencatat sebanyak 136 desa/kelurahan lain yang sempat ditemukan kasus demam berdarah pada kurun 2014/2015.

Namun, karena temuan bersifat sporadis dan tidak konsisten selama tiga tahun terakhir, desa/kelurahan itu tidak masuk daftar identifikasi kawasan endemik yang mendapat perhatian lebih dari dinas kesehatan.

“Hanya 60 desa/kelurahan yang dinyatakan `bersih` dari wabah DB selama kurun tiga tahun terakhir,” ujarnya.

Selama periode 2015, lanjut Didik, ledakan kasus DB di Tulungagung tergolong besar. Berdasar data yang direkap dinas kesehatan dari 19 puskesmas, rumah sakit/klinik swasta dan RSUD dr Iskak, terhitung mulai 1 Januari hingga 31 Desember 2015 tercatat jumlah DB mencapai 929 kasus, beberapa di antaranya meninggal.

“Ledakan kasus tahun lalu terkait dengan siklus lima tahunan dimana pada 2005 kasus DB tinggi. Sempat turun pada periode 2006-2009, terjadi ledakan lagi pada 2010 dan tahun lalu terulang lagi dengan volume cukup fantastis,” kata Didik. (val)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional